POSKO Nekad
Gimana gak nekad. Di hari pertama banjir di medan tim GAS IDN ternyata sejak pagi sudah evakuasi di seputaran Helvetia Medan. Hanya sehari aja karena ketiadaan dukungan logistik, tim berhenti bantu evakuasi.
Namun berita yg masuk daerah langkat banjirnya sangat besar tim di arahkan kesana. Dengan sedikit memaksa ketua tim Eko diminta utk siapkan tim dan berangkat. Uang pertama yg masuk adalah 500K. Uang tersebutlah dipakai utk memaksa tim bergerak dengan 3 perahu karet serta perlengkapannya.
Tim ini bisa terus berjalan karena semangat berkolaborasi dgn tim lainnya. Ketika membantu wilayah Tanjung Pura yg banjirnya masih tinggi Tim GAS IDN punya perahu dan mobilisasi personil tetapi gak punya logistik yg mau dibagi2 ke warga. Di sisi lain tim lain punya bahan pangan tapi gak punya alat perahu utk mendistribusikan. Disinilah kolaborasi tsb terjalin.

Dari pengalaman kgtn di tanjung Pura tim punya modal sosial. Lebih mudah memobilisasi mahasiswa untuk terjun ke daerah bencana.
Ketika ke wilayah Aceh Tamiang banjir sudah surut dan perahu menjadi tidak berfungsi lagi. Otak nekad tim GAS IDN yg sudah terlanjur di lokasi mencari lokasi yg agak jauh dari jalan raya, yang masih terisolir dan masih penuh lumpur. Mereka akhirnya ke desa Bundar Dalam, disinilah mereka menemukan kios yg ditinggalkan. Kios dijadikan posko darurat oleh tim. Kegiatan pertama nya adalah membuka dapur umum. Warga yg gak belum bisa masak bisa makan dgn cukup.dan tepat waktu. Selanjutnya posko darurat ini berkembang menjadi posko induk desa ug fungsi utamanya pengumpulan sumbangan makanan dan pakaian. Sebagian relawan membuka klinik first aid, membersihkan jalan2 yg masih penuh lumpur sampai dengan blusukan membagi makanan dan pakaian ke warga yg jauh dari posko.
Di akhir tim ini bertugas kami menghitung total dana yg masuk. Sekitar 20jutaan saja. Nekad. bodoh, paok, semangat kolaborasi dan ingin mengabdi kepada kemanusiaan lah tim GAS IDN melakukan hal ini.
Terima kasih semesta yg sudah mendukung tim GAS IDN dan kami menangis merasakan besarnya bencana ini.

